" Three words I can sum up everything I've learned about life: it goes on. " Robert Frost

Wednesday, January 23, 2013

Sebuah Kisah Cinta Segitiga : Dilema

Sebuah buku menggugah gue untuk sedikit menuliskannya. Kalian boleh menebak mengapa atau mungkin setelah membacanya ada yang memahami mengapa. Yang pasti ketika gue tergugah, itu karena gue tertarik dan suka. Gue lupa apa istilahnya ini, yang pasti ini merupakan sepenggal cerita di bagian belakang sebuah novel berjudul Dilema. Silahkan dibaca :

Estrella : Ini bukan kisah cinta segitiga seperti yang kau pikirkan
Kira : Cinta hanya punya ruang untuk dua orang bukan tiga
Adri : Tuhan tak pernah membiarkan kita kesepian 
Suatu ketika, aku ingin menceritakan kisah panjang tentang kami. Tentang tiga manusia yang jatuh cinta, cemburu, patah hati, tertawa, sakit dan kehilangan. 
TENTANG TIGA MANUSIA YANG MENGHARAPKAN HAL PALING UTOPIS : SELALU BERSAMA TANPA ADA YANG TERLUKA 
Ini kisah tentang kami bertiga yang saling bersitatap sekaligus memunggungi
Dan ini bukan kisah cinta segitiga seperti yang dia pikirkan, tetapi bisa saja seperti yang kau duga.

Gue sendiri, belum baca isinya, entah bagaimana kisah didalamnya. Paling tidak buku ini seolah menawarkan sesuatu. :)

Tuesday, January 22, 2013

Rangkaian Tenang

Kalau kamu biarkan aku merangkai tenang
Dari jejeran abjad yang tersusun acak
Menciptakan barisan makna yang tak ingin ku bagi dengan siapa saja
Membiarkan kalian membacanya, mencoba menerka-nerka apa dibalik itu

Aku tak urung berlari, memutar arah
Hanya untuk sekadar mencari helaan nafas yang ringan
Sesak ini sudah terlalu lama mengukung
Membuat muak, ingin melayang mencipta guratan di tepi awan yang bergelayut

Kata siapa aku tak seharusnya berandai
Jika hanya itu nyata yang dapat ku rasa meski khayal menepuk pundak
Biar ini terus bergerak
Aku tak peduli kata mereka atau kalian

Lalu apa kamu bagi aku menjadi semakin buram
Tak terjamah meski sudah ku gali lebih dalam
Semakin dekat semakin hancur makna yang ada
Maka biar aku merangkai tenang

Thursday, January 17, 2013

It's Daylight and The World

Mari sedikit berkomentar. Setiap denger lagu pasti kalian punya opini masing-masing entah karena liriknya atau penyanyinya. Nah beberapa bulan yang lalu gue pernah nulis di blog soal Daylight Project. Kalau nggak sempet baca silahkan diklik tulisannya.

Nah setelah selesai, video itu seperti apa yang gue bayangkan, sungguh memberi ruang bagi siapa saja untuk berpartisipasi dan menuangkan perasaannya. Menjadi medium yang mendekatkan semua orang dari seluruh dunia. Dan Maroon 5 berhasil melalui lagu Daylight ini.

Lalu baru-baru ini gue melihat sebuah video klip Daylight lagi yang mana Maroon 5 bekerja sama dengan Playing Music For Change Project. Lagi lagi sebuah videoklip yang menyenangkan dan seolah membawa semangat persatuan dengan menyatukan berbagai orang dan membawanya menjadi sebuah keindahan.

Entah apa yang kalian pikirkan saat mendengar lirik dan lagu Daylight, tapi buat gue apa yang ingin disampaikan Maroon 5 melalui lagu ini adalah berani menjadi diri sendiri, persatuan dan kesamarataan bagi siapa saja di muka bumi telah tercapai dan sampai di seluruh dunia. Maroon 5 tidak hanya menciptakan sebuah lagu yang fenomenal, dibicarakan dan digandrungi di seluruh dunia tapi berhasil membawa makna positif lagunya. Buat gue Daylight ini lebih dari sekadar lagu.

Silahkan di lihat ini video klip official Daylightnya :


Dan yang ini Maroon 5 - Daylight (Playing Music for Change) :




Ayo Menari Bersama KISS

Banyak hal yang bisa kita buat, mungkin nantinya punya arti buat seseorang atau sesuatu. Tapi yang lebih penting sejauh apa kita ingin melakukan itu dan segimana kita mencintai apa yang kita lakukan. Menurut gue, apapun itu yang lo lakukan karena lo tertarik, karena lo menikmati setiap prosesnya dan karena lo mencintai jadi bagian dari hal itu, semua pasti akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Gue yakin, di luar sana masih banyak orang yang begitu ingin dan tertarik mempelajari kebudayaan Indonesia. Sebegitu banyak kebudayaan yang ada di Indonesia, sebanyak itu jugalah bentuk dari media kebudayaan yang dapat kita pelajari. Melihat dari apa yang rutin gue ikutin sejak kecil, gue selalu memilih nari sebagai alat untuk memahami lebih apa itu Indonesia. 

Tarian tradisional, tidak pernah menjadi medium yang sederhana. Setiap gerakan, setiap hentakan dan harmonisasi dengan musiknya membawa pesan dan kisah tersendiri. Ketika belajar nari, kita gak akan menjadi hanya sekadar penari. Percaya deh, itu yang buat nagih dan pengen lagi pengen lagi. 

Awalnya gue ikut nari cuma karena seneng, siapa yang bisa nyangka gue berhasil ke Eropa karena nari. Itu yang gue bilang ketika apa yang lo cintai membawakan sesuatu yang tidak pernah lo bayangkan sebelumnya. Udah nari sambil jalan-jalan dan nilai lebihnya bahwa gue dan teman-teman gue berhasil menjadi agen kebudayaan, membawa nama Indonesia dan memperkenalkannya kepada dunia. 

Nah kebetulan beberapa temen gue punya niat yang super buat ngebentuk sebuah komunitas untuk terus membudayakan tarian dan musik Indonesia biar kita semua yang menyukai, tertarik, dan mencintai tari dan musik bisa bareng-bareng belajar dan terus nambah kemampuan kita. Namanya KISS (Kultura Indonesia Star Society). Percaya deh, gabung sama kita itu menyenangkan! Pengalaman akan terus bertambah, kenangan terus siap dirajut, nama Indonesia siap terus dikibarkan :D

Penasaran sama apa sih KISS itu, apa makna dibalik namanya dan apa aja yang biasa kita lakukan bareng-bareng silahkan cek ini : WELCOME!


Atau silahkan follow twitternya : @KulturaINA ! (silahkan langsung di klik)

Kami semua menunggu partisipasi dan kehadiran kalian. Pssst, mau ada trial session loh tanggal 21 dan 25 Januari 2013 ini di Studio Nari-Nari Kemang, biayanya 50rb buat dua sesi. Mau nanya-nanya bisa mention ke @KulturaINA atau email ke : kulturaina@yahoo.com atau ke Steffi : 08159700402 / Risty : 0818161726 ! Ditunggu :D

PS : Ada selipan wajah gue di video dengan baju Betawi dan Dayak hihihi


Balada Amukan Si Hujan

Beberapa hari ini Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan yang cukup deras. Enak sih, gue pribadi selalu menikmati saat-saat hujan ngeguyur deras, berlindung dibawah atap, masuk kedalam selimut, itu udah paling nyaman.Tapi disatu sisi, ketika gue ngeliat keluar dan Jakarta tiba-tiba tergenang, gue baru ngeh ada dampak besar lain yang harus ditanggung Jakarta. Gue gak tertarik buat ikut ngomentarin masalah drainase kota yang buruk, masalah sampah yang numpuk, ini salah pemerintah atau salah rakyat, atau hal-hal seperti itu. Bukannya banjir ini udah menimbulkan kesusahan dan gak perlu ditambah dengan banyak komentar yang tidak memberikan dampak signifikan aktif yang muncul dimana-mana yang jelas bukannya bantu malah buat yang ngeliat jadi makin susah otaknya. (in my opinion)

Gue cuma terenyuh saat ngeliat abang-abang sebuah franchise makanan lagi pake jas hujan dan kuyup banget saat ngelewatin genangan air di jl raya serpong beberapa jam yang lalu. Jalanan gak macet, cuma hujan lagi deres-deresnya dan genangan air cukup mengganggu buat dilewatin motor sih. Kenyataan itu buat gue agak nyeess gitu, gimana ya, disaat orang lain memilih buat didalam rumahnya ngerasa terlindungi, si mas-mas itu nggak punya pilihan lain dan belum lagi batasan waktu yang dibuat oleh si tempat dia kerja ngebuat dia gak punya waktu untuk sekadar berteduh atau jalan pelan-pelan. Padahal sepengen apa si pemesan berteduh nyaman dirumahnya, pasti si mas juga pengennya gitu. Tapi hidup selalu memilih dan berisiko kan?

Tau kok banyak pekerjaan lain yang mungkin sesulit yang dilakukan si mas itu, tapi karena tadi dia yang gue liat ya gue ngeliat masalah si hujan yang terus menerus ini dari sisi dia. Belum lagi ada kejadian lain lagi tadi pas gue di Metromini 70. ada ibu-ibu disebelah gue yang ngajak ngobrol, ya ngomongin ujan sih tapi disaat semua orang lain mengutuki hujan dan banjir, pasangan paling banyak dibicarakan beberapa hari ini, si ibu malah bilang "saya tetep bersyukur sih neng, memang banjir, saya basah kuyup mulu kalo kemana-mana, tapi udah lama banget kita kepanasan, kering, hujan tetep bawa rezeki apapun caranya, saya percaya." nyah! Gue tercengang. Ibu ini ngeliat sisi lain dari si hujan yang sempat gue ragukan akibat sulitnya gue tadi mau ke kampus dari Jakarta sana.

Kejadian lain di metromini, tadi nggak ada keneknya, si abang supir sendirian. Jadi di tengah jalan dia minggir, berenti, terus nagih-nagihin ongkos. Nah! yang buat gue berfikir adalah seyakin itu dong dia sama orang-orang yang naik turun dalam jarak dekat kan secara metromini itu gak bisa diawasi naik turunnya. Tadi ada mbak-mbak yang turun mereka rame2 ngumpulin ongkos terus dianter kedepan ke supirnya, tapi ada juga abang-abang yang naik dengan gampangnya turun tapi nggak bayar, gue yakin banget karena dari dia naik setelah gue dan turun sebelum gue dia persis ada didepan gue. Jadi, semua hanya tinggal hati nurani dan kesadaran kita kan?

Gue mungkin bukan orang yang bertemu sapa langsung sama si banjir, gue juga mungkin gak akan pernah bisa ngerasain apa yang dirasain orang-orang yang sekarang sedang ditengah banjir seberusaha apapun gue untuk mencoba memahami perasaan mereka, cuma gue gak pernah mengutuki hujan seperti gue gak suka panas. Bukan berarti gue gak mensyukuri matahari, tapi hujan selalu punya cara buat "menyelimuti". Lagi lagi ini untuk gue dan jelas gak bisa gue sama ratakan ke banyak orang.

Mungkin selimut hangat, atap dan lantai rumah yang masih kering, gak pantas dibandingi sama apapun itu yang orang lain dibelahan kota ini yang merasakan banjir dan harus berkorban basah-basahan demi kepentingan orang lain. Gue pengen hujan kali ini gak lagi "ngamuk", membiarkan matahari ngebantu semua warga yang lagi susah karena "amukan" air, supaya bisa surut, biar semua aktivitas bisa kembali berjalan seperti biasa lagi. Semoga hujan yang ramah seperti biasanya akan mampir lagi tapi tidak dalam waktu dekat atau paling gak sampe semua jadi normal. Tunggu semua pulih biar semua bisa lancar lagi. Tapi apapun itu, hidup harus terus berjalankan, kita toh tetep harus sabar walaupun mungkin terjebak banjir berjam-jam, jalanan macet, baju basah kuyup atau antrian kendaraan umum yang membludak karena berantakannya jadwal. Cukup percaya lah, semua ini akan berakhir dan akan selalu ada hikmah dari setiap kejadian (jika kata-kata retoris ini bisa sedikit melegakan hati yang membaca). Kita akan segera "pulih" bareng-bareng :')

Wednesday, January 16, 2013

Lalu Ku Beri Nama Ini Pilihan

Aku lari lalu sembunyi, memilih disakiti untuk terus dapat merasa. Tidak berani keluar apalagi berlari. Meninggalkan semua tidak pernah menjadi mudah, apalagi berharap akan ada yang memahami. Jika ini pilihan yang aku ambil, maka aku telah mengubur diri dalam kubangan luka, siap menari bersama perih dan merangkai waktu bersama duka. Tidak ada yang meminta aku memilih ini, tidak pula ada yang mengajarkan untuk menjadi sebodoh ini. Tapi aku pun tidak kuasa untuk berkata tidak dan berlalu. Sakit ini sudah terlalu dalam, apalagi luka ini. Tidak ada yang mampu mengobati bukan karena penyakit ini mematikan. Hanya saja aku yang memilih untuk hidup bersamanya. 

Halo Kamu..

Halo kamu..
Sudah lama sekali rasanya aku lelah menyimpan rasa yang terus menggedor ingin tersampaikan ini
Tapi tetap saja aku masih merasa tidak pantas untuk terang-terangan merangkai kata
Menyampaikan susunan kata dalam abjad yang tersampaikan kepada kamu

Tapi hati ini egois
Ingin sesegera mungkin memenangkan rasa, membiarkannya bebas
Tapi logika ini masih cukup kuat untuk bertahan
Dia tak ingin aku lupa keadaan kita, tak ingin aku salah mengambil langkah, hingga nantinya kamu berlalu

Aku mempertahankan ini tidak saja hanya karena aku meragu
Bukan meragu atas kamu
Hanya bimbang atas kebenaran rasa yang ku namakan sebagai milik ku ini
Aku hanya tak ingin gegabah, lalu ternyata menjerumuskan kita

Pada sisi lainnya, aku hanya tak ingin saat ini direnggut oleh ketergesaan
Hingga aku nantinya menjadi sisi yang merasa, kamu menjadi si biasa saja
Berujung luka yang tak kunjung usai tanpa jaminan batasan waktu

Sisi lainnya begini, lalu sisi lainnya begitu
Lelah bertarung dalam banyak sisi
Memperjuangkan yang seolah nyata namun tak juga berbentuk

Halo kamu..
Tidak ada yang perlu dirisaukan
Ini hanya coretan kegundahan yang menumpuk
Itu saja.. Silahkan dilupakan lalu dihapus, jangan terlalu dianggap serius.